Siapa sih yang tak mengalami kenaikan berat badan selama pandemi? Di media sosial, sebagian besar teman-teman saya mengeluhkan kenaikan berat badan yang cukup lumayan di masa pandemi ini. Tak terkecuali, saya sendiri. Awalnya beberapa baju mulai sesak, lalu celana pun demikian. Selang beberapa minggu, baju-baju itu mesti disisihkan karena tak muat lagi dikenakan. Saat itulah muncul tekad untuk menurunkan berat badan secepat mungkin sebelum kebablasan!

Mencoba Menurunkan Berat Badan Dengan Teh Hijau

Setelah berselancar di dunia maya, saya memutuskan untuk mencoba menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi teh hijau. Alasannya, menurut saya ini metode yang paling sederhana dan sangat mudah dilakukan. Selain itu, teh hijau juga disebut-sebut mengandung anti oksidan tinggi yang bagus untuk kesehatan.

Saya memilih teh tubruk hijau untuk program menurunkan berat badan ini. Teh hijau adalah salah satu hasil pengolahan teh tanpa melalui tahapan fermentasi seperti teh pada umumnya. Setelah dipetik, daun teh langsung masuk ke tahap pelayuan dengan cara dijemur di tempat yang teduh, dilanjutkan ke tahap pengeringan dengan cara dipanaskan untuk mengurangi kandungan air pada daun, lantas sortasi atau pemilihan, lalu masuk ke tahap akhir yakni pengemasan.

Baca juga: TEH CELUP DAN TEH TUBRUK, MANA YANG PALING NIKMAT?

Untuk segelas air hangat atau panas, cukup sejumput saja teh tubruk hijau tanpa perlu menambahkan gula. Meskipun tanpa gula, dengan takaran yang pas air seduhan teh hijau ini terasa nikmat. Rasa sepet sedikit pahit memberi sensasi yang unik.

Secara rutin, saya mengkonsumsi seduhan teh hijau ini satu gelas di pagi hari dan satu gelas menjelang siang hari. Di sela-sela mengkonsumsi teh hijau, saya hanya mengkonsumsi air putih saja. Makan siang dan makan malam tetap seperti biasa. Sedangkan menyantap sarapan pagi memang bukan kebiasaan saya.

Mengkonsumsi teh hijau langsung menimbulkan beberapa efek di tubuh saya. Dalam sehari, buang air kecil menjadi lebih sering. Buang air besar pun lebih lancar. Kandungan kafein yang cukup tinggi pada teh hijau memang memicu kondisi ini. Kafein yang disebut sebagai zat diuretik membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak cairan. Karena itu sebaiknya jangan lupa untuk mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup agar tak dehidrasi.

Mengkonsumsi teh hijau juga membuat mata saya melek, terjaga lebih lama. Pada tubuh saya yang cukup sensitif terhadap kafein, efeknya mirip dengan minum kopi. Karena itu, saya tak berani mengkonsumsi teh hijau di sore hari apalagi di malam hari.

Bagaimana dengan penurunan berat badan? Tak seperti yang saya harapkan, penurunan berat badan terjadi hanya begitu sedikit. Jauh dari harapan. Meskipun porsi makan sudah dikurangi, mengkonsumsi teh hijau tak lantas membantu menurunkan berat badan dengan hasil yang berarti. Meskipun demikian, tubuh memang terasa lebih segar ketika rajin mengkonsumsi teh hijau ini.

menurunkan berat badan

Source: unsplash.com/@fuuj

Menemukan Intermittent Fasting

Mulai saya melakukan pencarian lagi untuk menemukan metode menurunkan berat badan yang sehat dan mudah. Penelusuran saya terhenti ketika menemukan metode diet Dedy Corbuzier yang dikenal sebagai OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet).

Metode OCD ini mirip seperti berpuasa hanya saja menggunakan sistem jendela makan. Jendela makan adalah lamanya waktu seseorang diperbolehkan makan. Misalnya saja jendela makan 8 jam, jendela makan 6 jam, jendela makan 4 jam hingga jendela makan 1 jam. Selama jendela makan ini, pelaku diet diperbolehkan makan. Sebaliknya, tidak diperbolehkan makan di luar jendela makan. Tetapi mengkonsumsi minuman tanpa kalori seperti air putih atau teh tawar tetap diperbolehkan selama masa puasa.

Nah, ternyata metode OCD bukanlah metode yang benar-benar baru. Metode intermittent fasting yang sangat mirip dengan OCD setidaknya sudah dikenal sejak tahun 1915. Metode ini dipakai sebagai treatment untuk kasus-kasus obesitas.

Nah, begitu membaca sekelumit informasi itu, rasa tertarik saya pun semakin besar. Saya putuskan untuk bergabung dengan grup Facebook yang berisikan para pelaku intermittent fasting dan para pelaku OMED (One Meal a Day) dari berbagai penjuru dunia.

Dalam intermittent fasting ini dikenal adanya tiga metode diet yakni metode 16/8, metode eat stop eat dan metode diet 5:2:

Metode 16/8

Pada metode ini, pelaku diet diwajibkan berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam. Jadi, jika kalian makan jam 1 siang, maka kalian boleh makan apapun dengan porsi wajar sampai dengan jam 9 malam. Setelah jam 9 malam hingga pukul 1 siang di hari berikutnya, kalian tidak boleh mengkonsumsi makanan atau minuman berkalori. Minuman nol kalori seperti teh tawar, kopi pahit dan air putih masih diperbolehkan selama waktu puasa. Metode 16/8 ini bisa divariasikan dengan mengubah waktu puasa dan jendela makan menjadi 14/10, 18/6, dan 20/4.

Metode Eat Stop Eat

Metode ini mirip puasa Daud yang sudah biasa dijalani sebagian umat muslim. Puasa dilakukan berselang-seling. Satu hari makan, satu hari kemudian berpuasa selama 24 jam penuh. Bedanya, saat melakukan metode Eat Stop Eat ini, minuman nol kalori tetap diperbolehkan.

Metode Diet 5:2

Metode ini dilakukan dengan mengurangi kalori menjadi 25% untuk satu hari. Pengurangan kalori ini hanya dilakukan 2 kali dalam satu minggu. Sedangkan 5 hari lainnya makanan boleh dikonsumsi seperti biasa.

Menurunkan Berat Badan Dengan Aplikasi Fasting Tracker

Intermittent fasting ini sungguh menarik perhatian saya dan sangat terdorong untuk melakukannya. Namun sayang, hari pertama mencoba menjalani saya lupa waktu. Jendela makan yang seharusnya dipatuhi, terlewatkan begitu saja.

Mengingat-ingat waktu makan dengan disiplin yang ketat sungguh menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Kembali, saya melakukan pencarian untuk menemukan alat bantu yang tepat. Sampai akhirnya saya menemukan aplikasi Fasting Tracker dari Leap Fitness Group yang bisa diunduh secara gratis melalui Google Play.

Aplikasi ini sangat membantu menandai jam dimulainya puasa sesuai metode intermittent fasting misalnya saja 16/8 atau 20/4. Saat mulai berpuasa, cukup atur lama waktu puasa lalu tekan tombol Start Fasting. Ketika waktunya berbuka tiba, aplikasi ini akan berbunyi dan mengingatkan untuk masuk ke jendela makan. Nanti saat jendela makan berakhir, aplikasi ini akan berbunyi lagi untuk menandai waktu dimulainya puasa. Benar-benar sangat membantu untuk konsisten menjalani intermittent fasting.

aplikasi fasting tracker       intermittent fasting

source: dok. pribadi

Tak hanya itu saja, aplikasi ini juga mengingatkan waktu untuk minum sehingga penurunan berat badan berjalan sehat. Ada pula artikel-artikel seputar diet dalam bahasa Inggris yang sangat menambah wawasan. Aplikasi Fasting Tracker akan menampilkan grafik puasa yang sudah dilakukan dan memberi reward setiap kali waktu puasa berhasil diselesaikan. Sangat memotivasi, ‘kan?

Baca juga: Testimoni Mosehat, Ekstrak Jamu Tetes untuk Segala Penyakit

Berkat aplikasi Fasting Tracker inilah, dalam waktu 2 bulan saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 7kg. Wajah saya pun tampak lebih sehat dan bersinar berkat konsumsi air putih yang tercukupi dan teratur setiap hari.

Nah, masih mencari-cari metode menurunkan berat badan yang efektif? Sudah saatnya kalian mencoba intermittent fasting dengan aplikasi Fasting Tracker!